Kelainan DiGeorge

DiGeorge adalah penyakit yang dikarenakan menyusutnya kekuatan system kekebalan badan yang bisa dikarenakan oleh aspek keturunan atau disebabkan tak ada kelenjar thymus dalam badan seorang.

Apabila kondisinya sekian, maka pasien bakal alami komplikasi pada penyakit lain yang terkait erat dengan ketidaknormalan kromosom.

Gejala

Apabila telah terkena penyakit ini maka pasien bakal rasakan tanda-tanda, seperti feature muka yg tidak normal, penyakit jantung congenital, dan kesusahan dalam mengatur tingkat kalsium dalam darah.

Diagnosis

Diagnosis mempunyai tujuan untuk temukan pemicu pasti dari penyakit DiGeorge. Diluar itu, dikerjakan juga kontrol tanda-tanda yang nanti bakal jadi basic dalam memastikan penyembuhan yang sesuai sama. Diagnosis bakal ditegakkan menurut tanda-tanda serta hasil kontrol.

Pengobatan

Penyembuhan bakal dikerjakan sesuai sama dengan tingkat keparahan penyakit dalam diagnosis. Apabila penyakit tetap tergolong mudah maka infeksi dapat diobati selekasnya dengan obat-obatan yang bisa mengobati.

Sesaat untuk pasien yang mempunyai sedikit atau tak ada getah bening T, dapat terima transplantasi pada system sel atau jaringan thymus. Diluar itu, rendahnya tingkat kalsium dapat diobati dengan berikan suplemen penambah kalsium pada pasien yang berguna untuk hindari kejang otot. Tetapi, apabila penyakit telah benar-benar kronis maka untuk hindari tidak berhasil janutng mesti dikerjakan operasi.

Waspadai, Kanker Pada Anak!

Kanker tidak cuma menyerang orang dewasa saja, anak-anakpun juga berisiko pada serangan kanker. Walau belum di ketahui pemicu sesungguhnya, tetapi timbulnya kanker pada anak disangka dikarenakan oleh penyimpangan perkembangan sel disebabkan ada cacat gen. Diluar itu, sel kanker dapat juga nampak disebabkan dampak lingkungan.

Djajadiman Gatot menyebutkan bahwasanya susah untuk tahu tanda-tanda kanker pada bayi ataupun anak kecil lantaran mereka belum dapat menuturkan keluhan yang dirasakannya.

Terdapat banyak kanker yang kerap dihadapi anak-anak, yaitu kanker darah (leukimia), kanker mata (retinoblastoma), tumor otak, kanker tulang, kanker kelenjar getah bening, kanker ginjal, kaker saraf (neuroblastoma), serta kanker jaringan otot (rabdomiosarkoma).

Apabila di ketahui dari awal kanker pada anak dapat diobati serta mungkin sembuh, terhitung bagian penyembuhan yang diikuti hingga selesai. Sayangnya, umumnya pasien kanker datang ke dokter sesudah kanker menyebar luas serta penyembuhan tak diikuti sampai usai.

Ada beberpa langkah untuk menyembuhkan kanker, yakni operasi, kemoterapi, radiologi, serta transplantasi sumsum tulang. Kemoterapi dikerjakan untuk penyembuhan tunggal untuk leukimia serta limfoma. Kemoterapi juga berperan untuk memperkecil tumor sebelum saat operasi serta setelah operasi manfaat membasmi sel tumor.

Djajadiman menerangkan ada banyak orangtua pasien yang keberatan bila anaknya melakukan kemoterapi. Hal semacam ini dikarenakan kekeliruan dalam beroleh info sekitar dampak samping. Walau sebenarnya kemoterapi tetap jadi tumpuan penyembuhan kanker didunia internasional.

Orangtua bertindak utama dalam tahu kesehatan anak, karenanya cepatlah kerjakan kontrol bila anak tunjukkan tanda-tanda seperti pucat, lemah, lesu, demam yg tidak terang pemicunya, kelenjar getah bening membengkak, nyeri pada tulang, serta perut bengkak. Seluruhnya tanda-tanda itu dapat jadi tandanya awal penyakit leukimia.

Apabila anak tunjukkan tanda-tanda sakit kepala dibarengi mual serta muntah yang menyemprot, masalah bicara, masalah keseimbangan, penurunan kesadaran, kelumpuhan, atau kejang perut maka di kuatirkan menanggung derita tumor otak.

Kisah Istri Sholehah..!

Seseorang istri menceritakan cerita suaminya pada th. 1415 H, ia berkata :

Suamiku yaitu seseorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, serta berbakti pada ke-2 orang tuanya. Ia menikahiku pada th. 1390 H. Saya tinggal bersamanya (di kota Riyadh) dirumah ayahnya seperti kebiasaan keluarga-keluarga Arab Saudi. Saya takjub serta mengagumi akan dengan baktinya pada ke-2 orang tuanya. Saya bersukur serta memberikan pujian pada Allah yang sudah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seseorang putri sesudah satu tahun pernikahan kami.

Lalu suamiku geser kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Hingga ia berangkat kerja sepanjang satu minggu (ditempat kerjanya) serta pulang tinggal berbarengan kami satu minggu. Sampai pada akhirnya sesudah 3 th., serta putriku sudah berumur 4 tahun… Disuatu hari yakni tanggal 9 Ramadhan th. 1395 H ketika ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia alami kecelakaan, mobilnya terbalik. Mengakibatkan ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam situasi koma. Kemudian beberapa dokter spesialis menyampaikan kabar pada kami sebenarnya ia alami kelumpuhan otak. 95 % organ otaknya sudah rusak. Peristiwa ini amatlah menyedihkan kami, ditambah lagi ke-2 orang tuanya lansia. Serta makin menaikkan kesedihanku yaitu pertanyaan putri kami (Asmaa’) perihal ayahnya yang benar-benar ia rindukan kehadirannya. Ayahnya sudah berjanji membelikan mainan yang disukainya…

Kami selalu bertukaran menjenguknya di Rumah Sakit, serta ia terus dalam kondisinya, tak ada pergantian sekalipun. Sesudah lima th. berlalu, beberapa orang merekomendasikan kepadaku supaya saya cerai darinya lewat pengadilan, lantaran suamiku sudah mati otaknya, serta tak dapat diinginkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa sekian beberapa syaikh -aku tak ingat lagi nama mereka- yakni bolehnya saya cerai dari suamiku bila memanglah benar otaknya sudah mati. Walau demikian saya menampiknya, betul-betul saya menampik saran itu.

Saya tak lagi cerai darinya sepanjang ia tetap ada diatas muka bumi ini. Ia dikuburkan seperti mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya terus jadi suamiku sampai Allah lakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun fokus konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Saya memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran sampai pada akhirnya iapun menghafal al-Qur’an walau sebenarnya umurnya kurang dari 10 th.. Serta saya sudah menyampaikan kabarnya perihal keadaan ayahnya yang sebenarnya. Putriku kadang-kadang menangis ketika mengingat ayahnya, serta kadang-kadang cuma diam membisu.

Putriku yaitu seseorang yang taat beragama, ia selalu sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam walau sebenarnya dari umurnya belum 7 th.. Saya memberikan pujian pada Allah yang sudah berikan taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, sekian juga neneknya yang benar-benar sayang serta dekat dengannya, sekian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, serta juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Disuatu hari di th. 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkan saya malam ini tidur berbarengan ayahku…
Sesudah kesangsian menyelimutiku pada akhirnya akupun mengizinkannya.


Putriku bercerita :

Saya duduk di samping bapak, saya membaca surat Al-Baqoroh sampai usai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Saya merasakan seolah-olah ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu saya berwudhu serta sholat –sesuai yang Allah tentukan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedang saya tetap ditempat sholatku. Seolah-olah ada seorang yang berkata kepadaku, ” Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sesaat Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sesaat ini yaitu saat dikabulkannya doa, Allah tak lagi menampik doa seseorang hamba di saat ini?? “

Akupun bangun…seakan-akan saya mengingat suatu hal yang terlupakan…lalu akupun mengangkat ke-2 tanganku (untuk berdoa), serta saya memandangi ayahku –sementara ke-2 mataku berlinang air mata-. Saya berkata dalam do’aku, ” Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup) …Yaa ‘Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa) …, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar) …, Yaa Mut’aal (Yang Maha Tinggi) …, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih) …, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang) …, ini yaitu ayahku, seseorang hamba dari hamba-hambaMu, ia sudah ditimpa penderitaan serta kami sudah bersabar, kami Memberikan pujian pada Engkau…, kemi beriman dengan ketentuan serta ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sebenarnya ia ada di bawah kehendakMu serta kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang sudah mengobati nabi Ayyub dari kesusahannya, serta sudah kembalikan nabi Musa pada ibunya…Yang sudah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang sudah jadikan api jadi dingin serta keselamatan untuk Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka sudah menganggap sebenarnya ia mustahil lagi pulih…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan serta keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya… “

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, sampai akupun tertidur sebelum saat subuh.

Tiba-tiba ada nada lirih menyeru.., ” Siapa engkau?, apa yang kau kerjakan disini? “. Akupun bangun lantaran nada itu, lalu saya menengok ke kanan serta ke kiri, tetapi saya tak lihat seseorangpun. Lalu saya kembali lagi lihat ke kanan serta ke kiri…, nyatanya yang bertemura itu yaitu ayahku…

Maka akupun tidak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun serta memeluknya lantaran senang serta bahagia…, sesaat ayahku berupaya menghindari saya darinya serta beristighfar. Ia barkata, ” Ittaqillah… (Takutlah engkau pada Allah….), engkau tak halal bagiku…! “. Maka saya berkata kepadanya, ” Saya ini putrimu Asmaa’ “. Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk selekasnya menyampaikan kabar beberapa dokter. Merekapun selekasnya datang, ketika mereka lihat apa yang berlangsung merekapun keheranan.

Salah seseorang dokter Amerika berkata –dengan bhs Arab yg tidak fasih- : ” Subhaanallahu… “. Dokter yang lain dari Mesir berkata, ” Maha suci Allah Yang sudah menghidupkan kembali tulang belulang yang sudah kering… “. Sesaat ayahku tak tahu apa yang sudah berlangsung, sampai pada akhirnya kami menyampaikan kabar kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah yaitu Penjaga Yang paling baik, serta Dialah yang Membuat perlindungan beberapa orang sholeh…, untuk Allah tak ada yang kuingat sebelum saat kecelakaan terkecuali sebelum saat terjadinya kecelakaan saya punya niat untuk berhenti melakukan sholat dhuha, saya tidak paham apakah saya jadi kerjakan sholat duha atau tak..??

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa’ pada akhirnya kembali lagi untuk kami seperti biasnya yang saya mengenalinya, sesaat usianya nyaris 46 th.. Lalu kemudian kamipun dianugerahi seseorang putra, Alhamdulillah saat ini umurnya telah mulai masuk th. ke-2. Maha suci Allah Yang sudah kembalikan suamiku sesudah 15 tahun…, Yang sudah melindungi putrinya…, Yang sudah berikan taufiq kepadaku serta menganugerahkan keikhlasan bagiku sampai dapat jadi istri yang baik untuk suamiku…meskipun ia dalam situasi koma…

Maka jangan sampai sekali-kali kalian meninggalkan do’a…, sebenarnya tak ada yang menampik qodoo’ terkecuali do’a…barang siapa yang melindungi syari’at Allah maka Allah bakal menjaganya.

Janganlah lupa juga untuk berbakti pada ke-2 orang tua… serta sebaiknya kita ingat sebenarnya di tangan Allah lah penyusunan semua sesuatu…di tanganNya lah semua taqdir, tak ada seseorangpun selainNya yang turut mengatur…

Ini yaitu kisahku untuk ‘ibroh (pelajaran), semoga Allah jadikan cerita ini berguna untuk beberapa orang yang terasa bahwasanya semua jalan sudah tertutup, serta penderitaan sudah menyelimutinya, sebab-sebab serta pintu-pintu keselamatan sudah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do’a, serta percayalah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah…. Alhamdulillahi Robbil ‘Aaalamiin (SELESAI…)

Jangan sampai sempat putus asa…jika Tuhanmu yaitu Allah…
Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
Hiaslah do’amu dengan berhusnudzon pada Allah Yang Maha Suci
Lalu percayalah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

Sumber : muslim.org

Sungguh, Lelaki Tidak Pingin Selingkuh

“Saya tidak dulu terpikir untuk membagi hati untuk wanita lain. Namun kebaikan serta keramahan saya yg umum saja, terlihat disalahartikan oleh S, rekan kantor. Perhatiannya yg buat ge-er, curhatnya, dan gelagatnya terlihat jelas ia menyukai sama saya. Serta tak tahu kenapa saya, kok, jadi nikmati saat-saat bersamanya? ” saya TS (39) sembari garuk-garuk kepala salah tingkah di depan kerabat Ummi.

Bagaimana perasaan Anda saat membaca keadaan diatas? Barangkali ada perasaan sebal, iba pada sang istri, atau geregetan lantaran si suami mulai tdk setia.

Semoga itu cuma masalah diluar sana, bukan hanya rumah tangga kita. Tetapi, dimana juga berlangsungnya, terus jadi tanggung jawab wanita untuk mendudukkan persoalan ini dengan bijak.

Perselingkuhan semakin tinggi

Sesungguhnya selingkuh itu apa, sih? Asya (2000) mendeskripsikan selingkuh sbg perbuatan seorang suami (istri) dalam wujud menjalin jalinan dengan seseorang diluar ikatan perkawinan yg bila di ketahui pasangan sah bakal dinyatakan sbg perbuatan menyakiti, mengkhianati, melanggar perjanjian, diluar prinsip.

Dengan kata lain, selingkuh memiliki kandungan arti ketidakjujuran, tidak percaya, tidaksaling menghormati, serta kepengecutan dengan maksud nikmati jalinan dengan orang lain hingga terpenuhi keperluan afeksi-seksualitas—meskipun tdk mesti berlangsung jalinan sebadan.

M Jamaluddin Ahmad, Psi, Direktur Sumber Daya Insani Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta menyampaikan bahwasanya 40-45% persoalan pasutri sekarang ini yaitu suami selingkuh. “Sekitar empat th. belakangan ini tingkat perselingkuhan makin tinggi, bersamaan dengan tingginya tingkat perceraian, ” jelasnya.

Kenapa ini dapat berlangsung? Sepanjang 20 th. praktek sbg psikolog, Jamaluddin meyakinkan bahwasanya hampir seluruh masalah perselingkuhan dikarenakan oleh tiga hal. Pertama, minimnya tingkat religiusitas seseorang. Ke-2, lingkungan yg berikan kesempatan, seperti bergaul dengan rekan yg mudah selingkuh serta tidak ada batas pergaulan antar lawan type. Ketiga, orang yg kurang dapat menguasai diri, baru memperoleh godaan sedikit segera melenceng.

Namun konselor pernikahan M Gary Neuman, dalam bukunya The Truth About Cheating mengungkap, dari 200 orang pria beristri yg disurvei, 77% suami selingkuh mempunyai sahabat yg juga berselingkuh ; 48% suami menyebutkan ketidakpuasan emosional sbg argumen utama selingkuh ; serta cuma 12% yg mengakui bahwasanya wanita simpanan mereka dengan cara fisik lebih menarik dari istri. Ini tunjukkan bahwasanya lingkungan dan ketidakmatangan iman serta mental terus jadi penyebab utama seseorang berpaling.

Mengerti kodrat lelaki

Bicara kodrat, sudah pasti tak ada lelaki atau wanita yg dilahirkan pasti bakal selingkuh. Tetapi naluri serta susunan otak lelaki yg tidak sama dengan wanita, bikin lelaki condong gampang terpikat di banding wanita.

Satu diantaranya, diterangkan Jamaluddin, yaitu sisi otak lelaki yg terkait dengan seks, semakin besar di banding wanita. Ini pasti searah dengan firman Allah dalam surat An-Nisaa ayat 4, yg membolehkan lelaki menikahi wanita kian lebih satu sampai optimal empat. Pasti Allah telah memperhitungkan kandungan kekuatan suami membagi perhatian pada ke empat istri itu.

Namun Sarlito Wirawan, Psi, psikolog dari Kampus Indonesia, mengungkap bahwasanya yg selingkuh itu memanglah condong lelaki lantaran dengan cara biologis pekerjaannya yaitu memproduksi. Wanita itu membuat perlindungan keturunan, hingga memanglah tdk mempunyai naluri selingkuh. Tidak heran bila banyak beberapa istri yg tidak menikah lagi sesudah lama ditinggal suami, serta menentukan membesarkan anaknya sendiri.

Mengerti perbedaan diatas, maka mustahil wanita bisa demikian saja memaksa pasangannya supaya tdk tertarik pada beragam hal yg berkenaan seksualitas. Karenanya telah built in dalam diri lelaki.

Cemburu serta rasa berprasangka buruk terlalu berlebih pasti bakal lebih termonitor saat istri lebih bijak hadapi kecenderungan suami. Tetapi bukan hanya artinya istri bisa membiarkan demikian saja saat itu punya potensi pada hal yg negatif.

Pendekatan keimanan yaitu langkah paling efisien untuk bikin siapa juga dapat menguasai udara nafsunya. Di samping, komunikasi efisien yg dapat berikan titik temu perihal apa sebenarnya yg paling diperlukan oleh tiap-tiap pasangan supaya tdk melacak pelarian diluar.

Menyesal lalu tidak ada gunanya

Gary Nueman mengungkap bahwasanya 66% suami selingkuh mengaku merasa bersalah saat berselingkuh. Mereka tdk dulu memikirkan bakal jadi tdk setia, juga hampir seluruhnya mengharapkan tdk lakukan itu. Penyesalan lalu memanglah tidak ada gunanya.

Menurut Ustazah Amirotun Nafisah, pengajar di STIU Al-Hikmah, Jakarta, khianat seorang suami pada istrinya saat dia katakan cinta tetapi sesungguhnya tdk cinta, atau barangkali cintanya berpindah ke orang lain. Namun suami yg sebatas terpikat wanita lain belum dapat disebutkan khianat.

Nurul Huda Haem, dalam bukunya Awas! Illegal Wedding, menyampaikan bahwasanya selingkuh tdk saja berpeluang pada satu kekeliruan, namun juga mengarahkan pada kezaliman lain yg dahsyat. Menghancurkan bangunan keluarga sendiri, berbohong, zina, menyakiti hati pasangan, serta selanjutnya juga mengakibatkan kerusakan bangunan rumah tangga orang.

Maka, bila tidak pingin menyesal di masa datang, pastinya istri serta suami mesti keduanya sama waspada bakal bahaya yg mengintainya setiap saat. Karena, walau lelaki memiliki potensi lebih untuk selingkuh disebabkan beragam manfaat hormonal serta otaknya, wanita juga dapat dibuktikan bisa tergelincir pada kekeliruan yg sama.

Sebenarnya cuma dua kata yg bakal membebaskan kita dari semua beban serta kesakitan, yakni “cinta istri” atau “cinta suami”. Maka pancinglah ia dengan kesetiaan cinta kita terlebih dulu.